10 Fakta Lawang Sewu yang masih jarang diketahui

Lawang Sewu

Simak 10 Fakta Tentang Lawang Sewu, Bangunan terangker di Semarang yang Masih Jarang Diketahui Masyarakat

Lawang Sewu
Lawang Sewu

Siapa sih yang tidak kenal dengan Semarang? Semarang adalah ibukota Jawa Tengah yang selalu ramai akan wisatawannya, baik wisatawan lokal ataupun mancanegara.
Berbagai destinasi wisata pun menarik dikunjungi ketika berlibur ke Semarang, termasuk Lawang Sewu. Lawang Sewu adalah salah satu bangunan tua di Semarang yang menjadi ikon kota lumpia ini. Bahkan banyak yang bilang kalau Lawang Sewu itu angker lho! Apa benar begitu adanya? Nah berikut adalah beberapa fakta mengenai Lawang Sewu yang harus kita tahu:

1. Jumlah pintu yang tidak mencapai seribu

Pintu Lawang Sewu
Barisan Lawang Sewu

Ada yang tahu asal mula kata Lawang Sewu? Yup, Lawang Sewu adalah bahasa Jawa untuk “seribu pintu”. Banyak orang yang berpendapat jika jumlah pintu di bangunan Belanda ini ada 1000. Namun benarkah demikian adanya? Ternyata, Lawang Sewu hanya sebuah ungkapan tentang banyaknya pintu yang ada di bangunan ini. jika dihitung jari, jumlah pintu di Lawang Sewu jumlahnya hanya ratusan kok.

2. Indahnya lukisan kaca patri

Lukisan Kaca Patri
Lukisan Kaca Patri

Desain Lawang Sewu ternyata tidak sembarangan lho, di mana bangunan ini dilengkapi dengan lukisan kaca patri yang ada di tembok bangunan ini. Lukisan kaca patri ini ada 3 dan didesain langsung oleh seniman kaca asal Belanda, yaitu J.L Schouten dan T. Prinsenhof. Tidak bisa dipungkiri jika lukisan kaca patri inilah yang menjadi daya tarik sendiri dari bangunan Lawang Sewu.

Baca Juga 8 Fakta Keindahan Pantai Menganti

3. Milik perusahaan Hindia-Belanda

Lawang Sewu
Lawang Sewu

Meskipun Lawang Sewu sudah berdiri sejak jaman penjajahan Jepang, bangunan ini ternyata berada di bawah naungan swasta Hindia-Belanda lho! Lawang Sewu sudah berdiri sejak tahun 1907 dan dimiliki oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij.

Baca Juga Wisata Edukasi Taman Pintar Jogjakarta

4. Dulu Menjadi Tempat Pembelian tiket api jurusan Semarang –  Surakarta – Yogyakarta

Tempat Administrasi Kota
Tempat Administrasi Kota

Kereta api jurusan Semarang – Surakarta – Yogyakarta memang sekarang sudah tidak ada lagi, namun Lawang Sewu dulu menjualnya lho! Lawang Sewu bukan hanya melayani pembelian tiket kereta api saja, namun juga untuk administrasi perkantoran.

5. Arsitek Lawang Sewu belum pernah ke Semarang sama sekali

Jacob (Jaap) Frederik Klinkhamer,
Jacob (Jaap) Frederik Klinkhamer,

Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. adalah arsitektur Belanda yang mendesain Lawang Sewu dan namanya dikenang sampai sekarang. Namun ternyata kedua arsitek tersebut sama sekali belum pernah berkunjung ke Semarang lho! Yup, kedua arsitek Belanda tersebut membuat cetak biru Lawang Sewu di Amsterdam dan arsipnya dikirimkan ke Semarang.

6. Adanya instalasi air di lantai bawah

Desain Arsitek lawang sewu
Desain Arsitek lawang sewu

Mengingat Kota Semarang yang letaknya di kawasan pantai, maka instalasi air dibutuhkan di Lawang Sewu supaya tidak kebanjiran. Bukan hanya untuk mencegah bangunan Lawang Sewu kebanjiran, instalasi air ini berfungsi membawa hawa sejuk di ruangan atasnya.

Baca Juga D'walik wisata yang sedang hits dijogja

5. Lokasi pre-wedding

 Lokasi Prewedding
Lokasi Prewedding

Meskipun banyak orang yang menganggap jika Lawang Sewu adalah bangunan angker, ternyata banyak juga pasangan yang mengabadikan momennya di Lawang Sewu lho! Banyak pasangan yang memilih untuk pre-wedding di Lawang Sewu karena peninggalan bangunan Belanda.

6. Tercium aroma aneh dari dalam gedung

Penjara Bawah Tanah
Penjara Bawah Tanah

Lawang Sewu merupakan bangunan kuno yang terdiri dari berbagai ruangan dan salah satunya ada ruang penjara di bawah tanah. Banyak orang yang bilang jika kita ke penjara bawah tanah, maka akan tercium bau anyir darah segar yang dipercaya sebagai mahluk halus.

7. Peserta uji nyali yang meninggal

empat Uji Nyali
Tempat Uji Nyali

Kabar tentang Lawang Sewu ditinggali banyak mahluk halus sepertinya benar adanya, mengingat banyaknya wisatawan yang mengunjungi bangunan ini hanya untuk uji nyali. Namun sayangnya ada kejadian uji nyali yang berakhir tragis, di mana peserta uji nyali meninggal dunia 3 hari setelah melihat penampakan di Lawang Sewu. Cukup seram ya?

8. Jam operasional yang panjang

Lawang Sewu

Sebagai ikonik Kota Semarang, tidak heran jika jam operasional Lawang Sewu juga panjang yaitu dari pukul 07.00 hingga 21.00.  Lawang Sewu juga buka setiap hari dan biasanya akan lebih ramai saat musim liburan. Masih banyak yang berkunjung ke Lawang Sewu saat malam hari karena ingin “uji nyali”. Untuk yang ingin uji nyali di Lawang Sewu, tidak usah khawatir karena ada tour guide yang siap melindungi dari serangan makhluk astral.

Lawang Sewu tidaklah seseram yang dibayangkan sebelumnya? Jangan lupa untuk mampir ke Lawang Sewu ketika berlibur ke Semarang ya!